Minggu, 27 September 2015

THE SECOND ARTIKEL

ARTIKEL TENTANG CINTA ALAM
By: Rusyda Minka
KERUSAKAN ALAM KARENA ULAH MANUSIA
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling serakah. Mereka tidak pernah bisa merasa puas. Mereka akan terus menambah dan menambahnya setiap hari. Tanpa mereka sadari, ternyata perbuatan yang mereka lakukan telah merusak alam. Padahal, alam adalah titipan dari Tuhan untuk anak cucu kita. Bagaimana anak cucu kita bisa menikmati jika yang kita lakukan setiap hari adalah menguras dan mengurasnya. Bumi sudah sangat tua. Dan bumi secara tidak langsung akan dirusak oleh manusia itu sendiri. Mereka selalu mengambil kekayaan bumi secara berlebihan. Padahal, Tuhan tidak suka orang yang berlebihan.
Contohnya, penambangan batu akik. Setiap hari, para penambang batu akik terus menambangnya setiap hari, yang padahal, tidak setiap hari kan batu akik yang mereka jual bakalan laku sepenuhnya? Tidak ada jaminan kan kalau setelah mereka menambang, ekosistem tidak akan goyah? Secara garis besar, jika mereka menambang batu akik secara besar besaran, ekosistem akan goyah dan rusak. Bukanlah bumi sudah tua dan akan roboh? Jika kita merusak ekosistem, kita juga mendukung hancurnya bumi. Kalau bumi sudah hancur, kita juga akan hancur dan tidak dapat merasakan ciptaan Tuhan yang telah Dia berikan semuanya kepada kita, setuju??
Yang kedua, penangkapan keong laut secara berlebihan. Biasanya, keong laut yang sudah ditangkap, akan dijual, iya kan?? Tetapi, sebelum itu, pernahkah kalian melihat keong laut yang cangkangnya berwarna warni? Itu karena diwarnai, so pasti. Apa kalian tahu bagaimana mewarnainya? Ternyata cukup tragis sob.
Awalnya, mereka membeli dari para nelayan. Setelah itu, para keong dipaksa keluar dari cangkangnya. Itu dengan cara terpaksa! Bukan karena kemauannya! Keong yang dikeuarkan paksa dari cangkangnya, akan merasakan penderitaan yang teramat berat. Apa kalian merasakannya? So pasti kalian nggak pernah bisa merasakan itu. Keong yang dikeluarkan dari cangkangnya dengan paksa, merasakan sakit yang teramat berat. Secara langsung, mereka melakukan penyiksaan yang berat terhadap hewan. Bukannya Tuhan telah memperingati kita supaya tidak menyiksa binatang? Jika kita menyiksa binatang, maka Tuhan akan menyiksa kita juga. Dan jika Tuhan telah menyiksa kita, tahu apa siksanya? Neraka! Tempat semua penderitaan. Bagi kalian yang nggak pengen disiksa di neraka, kalian harus tinggalin perbuatan itu. Kasihan keongnya.
Bukan hanya kasihan sama keongnya. Kita juga kasihan sama pohon mangrove. Pohon mangrove, tidak akan tumbuh tanpa adanya keong. Keong yang selalu menjaga mangrove agar tetap tegak. Kalian pernah tidak, berpikir, jika keoang didunia ini, semuanya kalian ambil. Lalu pohon mangrove tidak akan tumbuh, kalau hujan turun lebat, apa yang akan terjadi? Banjir, longsor, apa bencana alam yang lain??
So, kita nggak Cuma kasihan sama keongnya doang, nggak Cuma kasihan sama mangrovenya doang. Kita juga kasihan sama kalian. Kalian yang merusak, kalian sendiri yang akan mendapatkan batunya. Kasihan anak cucu kita yang pingin merasakan enaknya nikmat Tuhan. Tuhan juga ingin kita berbagi sama anak cucu kita. Semua yang Tuhan berikan kepada kita, itu tidak diberikan, hanya dititipkan saja. Mungkin saja, suatu saat Tuhan akan mengambilnya dari kalian. Sebenarnya, kita tidak punya apa-apa. Uang milik Tuhan, jabatan juga milik Tuhan. Kita juga milik Tuhan. Kita juga bisa diambil lagi oleh Tuhan. Tuhan menitipkan kita pada kedua orangtua kita. Sama seperti alam, Tuhan menitipkan alam ini kepada kita supaya kita menjaganya dengan baik. Dan, kapanpun Tuhan mau, Tuhan bisa mengambilnya dari kita begitu saja.

So, jagalah alam kita ini. Ingatlah, ini bukan milik kita, tetapi milik Tuhan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar