Minggu, 27 September 2015

MY FIRST ARTIKEL

ARTIKEL TENTANG SOSIAL
By: Rusyda Minka
KEHIDUPAN SOSIAL DIPONDOK PESANTREN
Menjalani kehidupan di sebuah pondok pesantren memang tergolong susah. Harus mampu menahan amarah dari kawan yang tidak sependapat. Terkadang, teman yang berasal dari sebuah tempat yang berbeda, agak sedikit mempunyai emosi yang lebih tinggi. Tetapi, sebaiknya hadapi kawan yang seperti itu dengan kesabaran ekstra. Memang, kesabaran ada batasnya. Tetapi, ketika kesabaran yang kita miliki telah mencapai titik puncaknya, sebaiknya kita terus terang padanya, apa yang membuat kita tidak nyaman dengannya.
Memang, ada satu rasa saat kita hendak mengungkapkannya. Gengsi, mungkin itu yang akan kita rasakan saat itu. Dipikiran kita pada saat itu, hanyalah masalah yang tidak pernah selesai. Tetapi, jika kita ingin menyelesaikannya, rasa gengsi tiba tiba menyergap begitu saja. Memang, permasalahan social seperti ini memang sering terjadi di pondok pesantren. Perbedaan cara Bahasa, cara berperilaku, dan perbedaan mengungkapkan pendapat yang mungkin bisa membuat sebuah hubungan social antara teman teman kita merenggang dan tidak erat lagi.
Tetapi, apabila suatu masalah tidak dapat diselesaikan secara cepat, mungkin orang itu akan bosan dengan sendirinya dan menmperbaiki hubungannya dengan temannya. Saat kita menghadapi suatu masalah dengan kawan kita, kita hanya bisa pasrah dan memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa. Kawan yang keras kepala dipondok tidaklah sedikit. Mungkin juga diantaranya adalah kita. Kawan kita tidak pernah tau bagaimana kita memandangnya. Kita juga tidak tahu bagaimana kawan kita memandang kita.
Kemungkinan, karena rasa benci yang sangat melonjak, dapat membuat seorang kawan melakukan sesuatu yang diluar kendali. Seperti mencuri barang temannya. Itu memang sangat tidak jarang di pondok pesantren. Kehilangan uang maupun barang barang yang lain, itu bisa disebabkan karena seorang teman. Mungkin, karena perilaku kita yang tidak disukai olehnya, dia memendm rasa benci dan mengungkapkannya ketika kita masih lengah. Untuk menghindari kehilangan itu, sebenarnya ada du acara efektif. Yaitu pertama, dengan cara mempererat hubungan social antara teman dan kakak kelas supaya tidak terjadi kesalah fahaman. Yang kedua, dengan cara menyimpan barang barang yang kita miliki dengan sangat hati-hati.
Hubungan social di pondok pesantren, dapat terputus karena beberapa halyang perlu kta ketahui. Kita tidak bisa menyalahkan teman kita begitu saja. Kita juga tidak dapat menylahkan diri kita begitu saja. Harus melalui beberapa survey yang akan membuktikan yang salah dan yang benar. Ketika yang salah telah terungkap, kita sebaiknya jangan memarahinya atau memusuhinya begitu saja. Jika kita ingin membenci seseorang, harus didasari sebab yang lagis. Tidak segampang itu orang bisa mengutarakan sebab dia membenci temannya. Jika tidak ada alasan yang logis, tidak sepantasnya orang itu membenci kawannya.
Untuk menjalin hubungan social yang baik dengan teman teman. Sebaiknya kita lebih mengutamakan keinginan kawan. Tidak dengan pendapat kita sendiri. Tidak dengan kemauan kita sendiri. Kita juga harus meminta pendapat teman kita, barangkali, ada pendapat yang jauh lebih baik dari pendapat kita. Jika uang jajan kita selama dipondok pesantren habis, itu adalah hal yang biasa. Tidak perlu panic dan melakukan sesuatu yang teman teman kita tidak mengira. Seperti mencuri, dan lain lain. Tidak usah malu untuk meminjam uang teman. Karena jika kita dekat dengan teman, kita tidak pernah malu untuk meminjam sesuatu kepada teman kita.

Jika kita memiliki masalah dengan teman kita, sebaiknya mintalah pendapat orang yang lebih tua dari kita. Orang yang menurut kita bisa kita percaya. Orang yang dapat menyelesaikan dan memberikan saran saran yang bisa membuat masalah yang kita miliki menjadi gampang lewat dan kita lewatkan begitu saja. Sebaiknya, selama dipondok pesantren, kita tidak usah mencari suatu masalah kepada teman kita. Karena pada umumnya, tman kita jauh lebih pemarah dari yang kita kira. So, jagalah hubungan kalian dengan teman kalian, supaya tidak terjadi hal hal yang kita tidak inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar