Crazy Because You
Pagi ini sangat berbeda bagi Dessi dan Fallen. Di liburan pertamanya ini, mereka manfaatkan waktu untuk beristirahat sepuas mereka. Setelah sarapan dirumah Fallen, mereka pergi mengendarai mobil Dessi untuk menuju Mall membeli sepatu yang sebulan lalu telah diincarnya. Maklum saja, harga sepatu itu masih diskon 75%, wajar saja anak gadis itu tergiur dengan harga yang murah itu. Belum juga warna sepatu yang sangat cantik itu, mereka jadi bisa saling membunuh untuk mendapatkannya, hehehe.
Ketika sampai di butik yang mereka tuju, mereka sangat kecewa ketika pelayan butiknya hanya mengatakan “ maaf mbak, high heels itu sebulan yang lalu sudah dibeli orang”. Dengan terpaksa, Dessi dan Fallen mencari butik lain yang memiliki sepatu lebih indah. Walaupun mereka harus membelinya dengan harga mahal sekalipun.
Sampai akhirnya, mereka menemukan butik yang memiliki koleksi sepatu terkenal buatan designer yang terkenal pula. Tetapi mereka kecewa karena uang yang mereka bawa tidak mencukupi untuk membeli sepatu dengan warna biru itu. Cantik sekali, dengan sedikit motif kupu kupu dan pita yang besar berwarna merah membuat sepatu itu tampak menggiurkan
Setelah capai memutari mall, mereka akhirnya berhenti disalah satu café untuk sekedar melepas kelelahan setelah seharian berjalan jalan mencari sepatu yang nge-trend itu.
“ sumpah, gue nyesel banget. Sepatu itu harganya selangit kali ya, 560 ribu, nggak pake diskon pula. Tapi sumpah, cantik banget tuh sepatu” oceh Fallen.
“ iya, padahal hari ini adalah hari yang tepat! Setelah sebulan sekolah, sekarang libur, mau beli sepatu baru, eh udah terlambat” tambah Dessi.
“ gimana kalau kita bikin sepatu sendiri aja, tante kamu pengusaha sepatu kan?” usul Fallen.
“ iya sih, tapi apa iya kita pergi kesana? Jauh banget! Masa iya kita harus pergi ke Surabaya demi sepatu?” tolak Dessi.
“ ya sudahlah, liburan bulan depan aja, kayaknya lebih lama” Fallen membersihkan mulutnya lalu pergi kekasir untuk membayar semuanya. Setelah itu mereka pulang kerumah Dessi. Fallen menginap dirumah Dessi dengan pakaian yang baru dibelinya dari mall.
Satu minggu kemudian….
“ Dess, lo ingat sepatu yang harganya 560 itu?” tanya Fallen.
“ iya, kenapa?” Dessi tak mengerti.
“ kemaren, gue lihat butik itu dipenuhi polisi” jelas Fallen.
“ maksud lo?” Dessi tetap tidak mengerti.
“ sepatu itu, sepatu curian. Dari butik luar negeri tepatnya. Pemiliknya mencuri sepatu itu dari singapura. Pantas saja, sewaktu kita hendak membeli, pelayannya bilang sepatu import” jelas Fallen.
“ berarti kalau kita kemaren jadi beli, kita yang dituduh nyuri sepatu itu” Dessi mulai faham.
“ ya, begitulah tepatnya” Fallen hanya tersenyum simpul.
“ liburan bulan ini, kita ke Surabaya yuk” ajak Dessi.
“ mau ngapain?” tanya Fallen.
“ kerumah tanteku, kemaren, tanteku dapat penghargaan sebagai designer terbaik di Canada. Sekarang, butiknya tanteku makin besar koleksinya makin banyak” jawab Dessi.
“ dan yang pastinya, kalau kamu yang beli, pasti diskon gede donk” tambah Fallen.
“ hahaha, setuju setuju” mereka tertawa bahagia. Ketika liburan bulan ini, mereka berdua berangkat bersama menuju Surabaya mengendarai kereta. Sesampainya distasiun, mereka menaiki taksi untuk menuju rumah tante Dessi. Saat di butik tante Dessi, tante Dessi menyambut mereka dengan meriah. Dessi dan Fallen belajar mendesign sepatunya sendiri. Setelah itu, mereka membuatnya bersama-sama.
Saat kembali kesekolahan, teman teman mereka iri dengan sepatu Dessi dan Fallen. Semuanya menginginkan sepatu yang sedang Dessi pakai hari ini. Ketika pelajaran pertama, semua anak cewe berkumpul di dekat Dessi dan Fallen. Biasa lah, masih musimnya sepatu cantik. Belum lagi sepatu yang Dessi dan Fallen pakai adalah sepatu hasil design designer yang terkenal. Tetapi designer itu sebernarnya adalah tantenya Dessi.
“ wah, ini buatan designer terkenal ya? Pasti mahal”
“ beli di Paris nih pasti, keren banget”
“ sumpah cantik banget, beli diluar negeri ya?”
“ berapa nih Dess, pasti jutaan ya buat beli sepatu ini”
“ lihat merknya, itu kan merk terkenal”
“ gila, dapat uang dari mana lo kok bisa beli sepatu mahal ini?”
“ teman-teman, aku nggak beli, hanya diberi” jawab Dessi dan Fallen.
“ SUMPAH? Siapa yang ngasih? Gue pesen donk” spontan teman temannya berteriak.
“ tapi, nunggu liburan bulan depan ya”
“ yah… jahat banget lo! Gue bayar mahal deh buat beli sepatu itu”
“ iya, merk terkenal juga, buatan Fransisco de Fullo ya”
“ maklum aja, buatan Fransisco de Fullo memang merk terkenal”
“ buatan luar negeri, lebih bagusan ini, beli di Paris ya?”
“ nggak teman-teman, ini buatan tante gue, buatan surabaya” jelas Dessi.
“ SUMPAH? GUE KIRA BELI DI PARIS” spontan teman-teman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar