Senin, 28 September 2015

CERITA PENDEK

Valentine Spesial untuk Pasangan yang Spesial pula

Hari ini, adalah hari dimana aku dan Dani jadian. Atau hari ini, biasa disebut hari anniversary kami berdua.Tak terasa, 10 februari ini adalah hari dimana Dani meminta padaku untuk menjadi kekasihnya. Awalnya, aku tidak mau menerima tawarannya.Tetapi setelah kupikir panjang, ternyata Dani berbeda dari cowo yang biasa kukenal. Dia bukan cowo playboy, matre, dan nakal.Syukurlah Dani adalah kekasih impian.Sudah kaya, tampan, pintar dan setia.Tak jarang banyak teman ceweku yang iri melihat kemesraan kita.
Sampai lupa, kenalin, namaku Asha.Gadis polos yang tidak pernah mengerti kata cinta.Gadis lugu yang jelek.Tetapi, akulah gadis jelek yang beruntung, mendapat cowo setampan dan sebaik Dani. Siang itu, setelah pulang sekolah, Dani mengajak semua temannya untuk pergi ke café bersama-sama. Dani akan mentraktir semua temannya. Tak lupa, aku juga diajak.
“ happy anniversary ya… moga langgeng”. Itulah ucapan yang banyak diucapkan oleh teman-teman Dani.
“ Sha, mau minum apa?” tanya Dani.
“ kopi aja deh”
“ nggak salah kamu pilih kopi? Nggak mau coklat panas?”
“ nggak deh, aku masih pengen minum kopi. Rasanya udah lama nggak minum kopi, kopi kan minuman faforit aku”
“oke, terserah kamu aja deh”
Mungkin, semua orang bilang, kami adalah pasangan yang paling tidak romantis. Dani tidak tau apa yang aku suka, dan aku pun tak tahu apa yang Dani suka. Aku juga tidak mempunyai nomor handphone Dani. Dani pun begitu. Dani tidak tahu, kapan aku ulang tahun, aku juga tidak tahu kapan Dani berulang tahun. Sungguh pasangan yang sangat tidak serasi.
Terkadang, kami bertengkar. Pernah, sekali aku bertengkar dengan Dani selama 3 hari 3 malam dan hampir putus.Hanya karena Dani tidak mengucapkan selamat ulang tahun pada saat aku ulang tahun. Dasar pacar tidak berguna.Tetapi, hari ke-4, kami kembali seperti biasa, kami tidak pernah mengungkit masalah itu lagi.
“ Sha, ternyata udah setahun kita jadian ya”
“ iya lho Dan, aku juga nggak nyangka lho, ternyata 1 tahun itu cepet banget”
“ empat hari lagi, Valentine kan?”
“ iya, emangnya kamu mau apa?”
“ aku mau ngasih coklat yang paling gede ke kamu”
“ kalau kamu ngasih coklat ke aku, kita putus aja”
“ lho kok gitu? Bukannya kamu suka coklat ya?”
“ ini orang gimana sih, udah ngerti gue masih minum kopi, berarti gue suka kopi lah, gue itu anti banget sama yang namanya coklat. Coklat itu, terlalu feminim, gue nggak feminim, gue itu tomboy, makannya gue suka kopi” batinku.
Aku diam.
“ terus kamu pengen apa? Lolypop?”
Aku tetap diam.
“ yaudah, terserah deh, besok aku kasih permen aja ya”
Aku marah“ maksud kamu? Aku anak kecil yang suka permen gitu?”
Dani serba salah.“ trus kamu mau apa?”
Aku diam.
“ kamu nggak ngerti minuman kesukaanku?”
“ nggak”
GILA! Pacarku polos banget sih, lugu banget, lama-lama aku putusin dia aja.Tapi, Dani itu imut, kalau gue putusin dia, ntar dia dijodohin sama bokapnya.
“ gue suka KOPI! Lo harus ngerti itu” aku membentaknya.
“ kopi? Rasa apa? Strawberry?”
“ sejak kapan ada kopi strawberry?”
“ lho? Emangnya nggak ada?”
Aku meninggalkan Dani secepatnya supaya perdebatan ini selesai.Seperti biasa, 3 hari 3 malam, aku sama Dani musuhan dulu, ketika hari ke-4, hari Valentine. Aku berharap, Dani nggak ngasih coklat paling gede ke aku. Apalagi lolypop atau permen. Kalau Dani ngasih ke-3 itu, aku mau putusin dia. Hehehe.
“ Happy Valentine days Sha,”
“ makasih Dan, mana hadiah buat aku?”
“ ini, ya, maaf ya, robotnya besok aja, tokonya lagi tutup”
“ robotnya lusa aja, robot ultraman ya”
“ iya, ini hadiah nya” aku mengambil kado itu dari tangannya. Setelah susah payah membukanya, ternyata dia memberiku KOPI! Wah senangnya, udah ada gulanya juga. Ternyata dia udah bisa mikir setelah 3 hari aku musuhin.
“ berapa kilo ini? Kok berat banget”
“ oh, aku belinya 2 kilo, buat kamu”
“ gulanya berapa kilo?”
“ gulanya 1 ½ kilo, kurang?”
“  nggak kok, makasih banget ya”
“ iya, maafin aku ya”
“ iya, robotnya besok ya”

Aku mengangguk.Setiap hari spesial ku, aku selalu meminta kopi dan robot ultraman.Hehehe, tapi nggak papa lah, Dani kan kaya. Hehehe. tapi aku bukan cewe matre lho....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar