eh ciiee yang kepo sma blog ku
thanks ya udah comment terang terangan didepanku
makasih juga udah luangin waktu berharga kalian buat buka blog aku
so sweet banget dech
Sabtu, 28 November 2015
Kamis, 19 November 2015
SHARING
sharing sharing usil aja kali ya untuk sekarang
kalian tahu kan kejutan....?
yup lebih tepatnya SURPRIZE!!!!
aku itu anak pondokan dan kalo anak pondok kan pengen di jenguk kalo nggak ya pulang
kalo pas di jenguk, aku sebel...
orang tuaku pasti nggak bilang kalo mereka mau kesini.
tapi pas aku pulang kerumah, mereka tahu kalau aku pulang...
nyebelin kan..?
nah rencananya, liburan kali ini aku mau membalas perbuatan jahad mereka
aku bilang ke mereka nggak pulang
tapi aku tetep pulang donk
masa pas hari ulang tahunku aku nggak dirumah..?
yaudah, jadilah rencana menipu orang tua
astaghfirullahal adzim
anak durhaka membohongi orang tua
tapi kalau dipikir pikir nggak papa kali ya
kan buat surprize
yaudah kalo rencanaku sukses
ntar aku post perkembangannya. okeyy?
kalian tahu kan kejutan....?
yup lebih tepatnya SURPRIZE!!!!
aku itu anak pondokan dan kalo anak pondok kan pengen di jenguk kalo nggak ya pulang
kalo pas di jenguk, aku sebel...
orang tuaku pasti nggak bilang kalo mereka mau kesini.
tapi pas aku pulang kerumah, mereka tahu kalau aku pulang...
nyebelin kan..?
nah rencananya, liburan kali ini aku mau membalas perbuatan jahad mereka
aku bilang ke mereka nggak pulang
tapi aku tetep pulang donk
masa pas hari ulang tahunku aku nggak dirumah..?
yaudah, jadilah rencana menipu orang tua
astaghfirullahal adzim
anak durhaka membohongi orang tua
tapi kalau dipikir pikir nggak papa kali ya
kan buat surprize
yaudah kalo rencanaku sukses
ntar aku post perkembangannya. okeyy?
FIVE_LIMA_5_GANGSAL
lima! itu sebenarnya angka, tapi kalau dipikiranku, itu bukan angka! tapi itu adalah perkumpulan orang orang yang aku ketahui mereka membenciku. aku beri nama lima karena merekka terdiri atas lima orang.
aku nggak perlu nyebutin nama maupun ciri ciri. soalnya kalau kalian teman nyataku, kalian akan pasti tahu sendiri
mereka orangnya baik kalau ada maunya. tapi kalau di belakang....
uh! pedes banget, tajem, nyakitin berbisa
atau istilah apalah yang kiranya bisa menggambarkan sifat mereka.
maka dari itu, di facebook, aku ngupload status
yang intinya
"dasar tak tahu balas budikau emang tak perlu dikasihanimenyesal aku menolongmu kali initak kan ku menolongmu untuk kedua kali"
ya begitulah anak pondok
cobaannya banyak
tapi aku bersyukur banget sama Allah
udah nyipta'in hati yang paling lembut
hati yang paling hangat tetapi gampang rapuh
namun sekarang Allah sudah menggantinya dengan hati yang kuat
menerima semua cercaan jelek yang keluar dari mulut berbisa mereka
makasihhhh....
Rabu, 11 November 2015
PONDOKKU
ya begini begitulah yang namanya pondok atau pesantren
WOW banget
ya bukan WOW apanya sih
tapi masalah pertemanannya neng...
WOW banget
ya bukan WOW apanya sih
tapi masalah pertemanannya neng...
di pesantren, nanti kalian pasti akan berkenalan dengan yang namanya benci
akan berkenalan dengan yang namanya rasani
akan berkenalan juga dengan yang namanya nggak suka
dan itu aku alami saat ini
well... aku curhat dulu nih ya,,,,
sekarang aku tinggal di sebuah pesantren.
dan tinggal di pesantren tak selamanya mulus neng..
kaya aku, sekarang masih dihindari banget sama temen sekamar.
aku sendiri jga masih mencari kesalahanku sih
tapi masalahnya... seseorang kan nggak bakalan suka jika ada orang yang membicarakan tentang dirinya, yang tidak baik, dihadapannya. betul?
dan itu aku alami sendiri!
didepan mataku!
saat aku masih bisa melihat, saat aku masih bisa mendengar apa yang mereka ucapkan
apa yang mereka kicaukan
apa yang mereka sedang lakukan
didepanku!
dan mereka memasang muka WATADOS
wajah tanpa dosa!
aku cum bisa ngelus dada secara lembut.
harus sabar, hidup diantara mereka itu sulit.
namun, karena kesulitan itu, bisa mengajariku menjadi sosok pribadi yang mandiri
yang kuat dan nggak cengeng
walaupun mereka semua membenciku
dan aku mengetahui itu
aku percaya, Allah masih bersamaku
Allah selalu menyayangiku. Allah tak pernah membenciku
hidup di kalangan mereka itu, aku serasa jadi pohon.
kalau pohon itu tidak berbuah, orang tidak akan melemparinya dengan batu
untuk mendapatkan buah manisnya
dan jika pohon itu berbuah, maka orang pasti akan melemparinya dengan batu
agar mendapatkan buah manisnya
dan sekarang pohonku sedang berbuah
maka dari itu mereka melempariku dengan batu
karena mereka ingin mendapatkan buahku.
wooooaaaaawwwwww
AMAZING!
LUARRRR BIASA!
so, berarti aku harus positive thinking
biar beban yang aku panggul sendiri ini lebih ringan
Selasa, 10 November 2015
KAKAK KELAS BARU UDAH SONGONG
hay para blogers... kenalkan kakak kelas yang tidak pernah dianggap..
perkenalkanlah namanya,,, AINUN
ciri cirinya.... gemuk, pake lensa, giginya di pager...
kaya sih, cuma resenya tingkat dewa.
sekarang dia jadi pengurus...
so'alnya kan kelas 11, harus jadi pengurus
aku fear fear aja kalau jadi pengurus
tapi pengurusnya yang gimana neng......?
maaf yah... dia itu bukan ketua pondok.
tapi duh! lagaknya kaya ketua pondok.
semua devinisi dia yang ngemban,
sok sanggup.
padahal udah jelas dapat kecaman tajam dari dunia lain
eh, kamar lain
hampir satu pondok putra dan putri mem.... ya gitu dech
aku nggak bisa jelaskan secara detail.
pokonya, aku nggak punya fotonya.
jijik banget aku punya fotonya...
yaudah! bye.... hehehehe
perkenalkanlah namanya,,, AINUN
ciri cirinya.... gemuk, pake lensa, giginya di pager...
kaya sih, cuma resenya tingkat dewa.
sekarang dia jadi pengurus...
so'alnya kan kelas 11, harus jadi pengurus
aku fear fear aja kalau jadi pengurus
tapi pengurusnya yang gimana neng......?
maaf yah... dia itu bukan ketua pondok.
tapi duh! lagaknya kaya ketua pondok.
semua devinisi dia yang ngemban,
sok sanggup.
padahal udah jelas dapat kecaman tajam dari dunia lain
eh, kamar lain
hampir satu pondok putra dan putri mem.... ya gitu dech
aku nggak bisa jelaskan secara detail.
pokonya, aku nggak punya fotonya.
jijik banget aku punya fotonya...
yaudah! bye.... hehehehe
RISEEET!! REESSSEEE!!!
halllo.. aku masih smp
dan aku disuruh riset layaknya orang kuliahan?
hellloooowwww?
aku belum siap mbak.e
mumeettt
aku pak nulis apa lagi yaaa...?
udah dechhh
hahahahahaha
dan aku disuruh riset layaknya orang kuliahan?
hellloooowwww?
aku belum siap mbak.e
mumeettt
aku pak nulis apa lagi yaaa...?
udah dechhh
hahahahahaha
JERAWAT!!!
ini cerita tentang jerawat
yang nempel di jidat
yang membuat orang bisa liat
yang nempel layaknya lalat
yang kadang sering kumat
duh, dasar si jerawat yang nempel di jidat... ini jerawat yang pertama guys...
ngenesssss
aku baru tahu
gini ceritanya kalau temenku punya jerawat.. :(
yang nempel di jidat
yang membuat orang bisa liat
yang nempel layaknya lalat
yang kadang sering kumat
duh, dasar si jerawat yang nempel di jidat... ini jerawat yang pertama guys...
ngenesssss
aku baru tahu
gini ceritanya kalau temenku punya jerawat.. :(
Sabtu, 24 Oktober 2015
I HATE YOU
sang juara satu bertahan yang kemarin baru jatuh. PMS kah buk? sansitif amat sih?? saya itu tidak menkritik yang menjatuhkan anda. namun sayangnya anda sudah jath duluan. kasihan banget sih juara satu bertahan yang udah jatuh kemarin. itu mbuka aurot buk, kalau kritikannya membangun, memperbaiki ya ndak usah begitu jawabannya. masih benci sama saya? masih dendam sama saya karena saya singkirkan? saya usir dari kursi agung juara satu. namun mungkin anda lah yang lemah buk. ndak bisa mempertahankan kursi agung juara satu bertahan. selamat ya buat juara satu bertahan yang udah jatuh... hahahahahahaha.... saya juga bisa bikin sendiri buk lebih bagus. tapi sediakan bahan dan alat alatnya, nanti saya buat. dan modelnya pasti anda kok buk, ndak usah ngiri sma saya, kalau dendam bilang ajaa. okeeee?
RUBRIK
by the way, yesterday kan aku have nyapa kalian....
so now aku need nyapa you you again
yesterday... my name cuma Rusyda
and now, my name Rusyda Minka
hehehe have from lahir sih... :p
so now aku need nyapa you you again
yesterday... my name cuma Rusyda
and now, my name Rusyda Minka
hehehe have from lahir sih... :p
i dont know mau write apa lagi.
my uneg-uneg yesterday kan udah aku open
so... i just basa basi aja can kan....?
but.. i still ada uneg uneg yang still bersarang di my heart.
this is a bad memorian
and i don't want to replay this again
pas aku pertama masuk disekolahan, wajar kan kalo kita masih polos dan nggak tau apa2
saat SOP, aku sempet nge-fans sama seseorang.
yang pasti cowok lah...
nggak tahu kenapa sekarang aku benci mati sama dia
bukan karena apa apa sih...
tapi ya kalo masih di gituin kan males..
kalian tahu kan digituin itu gimana?
ya gitu deh,, nggak bisa dijelasin pake kata kata.
lha pada saat itu, ada anak tahu kalau aku suka sama anak itu.
terus entah bagaimana aku ngupload status yang enggak enggak ke facebook.
dan itu tentang si dia
padahal hari itu aku nggak buka fb sama sekali.
pikiranku mungkin ada yang mbajak,
terus kakak ku kan tahu,
dia nghapus status itu.
tapi kakak ku lupa buat ngganti password.a
hmm.. gak apa apa deh..
hari selanjutnya, aku ngupload status yang aneh aneh lagi.
itu pas ulang tahun ibuku
dan pada saat itu, ibuku njenguk aku ke pesantren.
mana mungkin kan aku upload status.
apalagi buka facebook aja nggak sempet.
eh, semua anak ngoment status itu.
padahal kalo boleh aku bersumpah, aku nggak pernah upload status kaya gitu.
hari itu, rasanya langit ini jatu diatas kepalaku
pyyyyyyaaaaaarrrrr!!!!!!!
nggak tau aku mau gimana lagi. udah kepalaku nggak bisa mikir
habis itu, status itu dihapus lagi sama kakak ku.
uh,,, alhamdulillah
tapi ya pas aku nyampe kamar
anak anak apada mbahas status itu
mau ditaruh dimana mukaku ini.. itu kan ada yang mbajak
dan beberapa minggu kemudian
aku denger denger yang mbajak facebook ku anak kelas A
para cowo yang pinter ngutak ngutik komputer.
pas aku tahu anaknya, aku marah banget.
pengen ku bunuh rasanya
dia nggak ada rasa bersalah.
padahal semua barangnya udah tak rusak nggak karuan.
punya hati nggakk sihh...
setelah itu, password fb ku aku ganti.
udah beberapa bulan nggak buka, eh ternyata di blokir sama anak yg bajak itu
pas liburan romadhonan,
aku bikin fb lagi yang bertahan sampe sekarang
aku udah nggak benci anak yang bajak itu.
soalnya dia udah minta maaf sama aku
katanya cuma iseng
iseng gimananya, aku dapet kecaman tajam kok
huh! dia nggak tahu kalo dia jadi aku.
segitu enaknya minta maaf
tapi Allah kan pemaaf,
masa hambanya nggak pemaaf, malu nanti sama Tuhannya.
dan beberapa bulan kemudian, dia dikeluarin
ada masalah
awalnya aku sedih
tapi mengingat kisah yang dulu.
aku sempet seneng.
dosa ya aku?
bersenang senang diatas penderitaan orang lain
hahahaha
habis nulis ini... aku ketawa. bahagia gitu
nggak tau bahagianya gimana
pokoknya bahagia. gitu aja deh
udahan ya..?
jariku udah mau putus nih...
mau facebookan dulu
pesanku buat kalian atas pengalamanku tadi...
hati hati sama password fb kalian
kalo tahu rahasia kalian dan di upload gimana?
bisa berabe nanti
hahahaha
Senin, 19 Oktober 2015
NEW RUBRIK
Dari Awal, aku post. aku belum pernah curhat anything ke kalian. and today, aku sudah putusin for make a new rubrik....
Maybe my new rubrik lebih jelek daripada punya kalian... tapi aku bakalan bikin rubrik ini seseru kaya punya kalian.. so happy happy aja yach...
Maybe my new rubrik lebih jelek daripada punya kalian... tapi aku bakalan bikin rubrik ini seseru kaya punya kalian.. so happy happy aja yach...
by the way,, kenalin, aku Rusyda. same like the name. oke! aku suka banget yang namanya menulis. dan cita-citaku sebagai penulis.. bagi yang bisa bikin cerpen juga kaya aku.. ayo kita belajar bareng.. so we're happy happy here.....
nama lengkapku Rusyda Minka. you can call me Rusyda.
aku punya facebook. bagi yang punya, add aku ya,,,,,
penulis rusyda minka, kalo nggak mikha rasya....
kira kira.. rubrik aku ini mau diisi pake apaan? tapi kalau aku sih ya curhat curhatan aja... coment bagi yang mau curhat aja dech. jaminan 100% aku nggak bakal sebarin cerita kalian
by the way....
aku disekolah sering dibully. bukan bully kaya ospek sih, tapi menurutku lebih parah
kalian udah liat posting-ku yang mu expression sama my next expression?
itu sama keluargaku.
aku di kelas adalah anak paling kecil badannya. sempet minder sih, tapi kan udah 3 tahun disini..
aku jadi nggak minder lagi.
karena badanku yang kecil itu, aku sering di bully
diejek, diapain lah....
tapi aku bisa bikin mereka ke skak mat.
semester kemarin, aku dapet rangking 1
dan diantara mereka ada yang nggak terima
maklum lah.. dia itu rangking 1 bertahan yang langsung jatuh ke rangking 3
dia nampakin banget kalau dia benci sama aku.
tapi awalnya i dont care aja
tapi pas aku biarin, eh malahan ngelunjak.
dia juga eksis di kalangan cowo cowo.
kalau aku kan makhluk kecil yang terasingkan...
aku padahal it's okey aja kalau dia benci sama aku gara gara rangking
tapi dia harus terus terang sama aku
dia punya geng. maklum lah,,, anak populer
gengnya ada 4 orang, termasuk dia.
kalau salah satu guru ngajakin kerja kelompok
mereka pasti bareng terus.
kalau mereka dipisah, mereka protes, mberontak.
dan aku sama 1 temenku padahal sederajad sama mereka
tapi kan temenku itu lebih suka bergaul sama anak cowo
lalu aku harus bergaul sama siapa?
kalaupun aku bergaul dengan anak kampung
mereka malah nampakin kebencian mereka sama aku.
apa aku sebaiknya jadi anak malas aja.
biar nggak dibenci gara gara masalah sepele.
tapi aku nggak mau harga diriku diinjek injek sama orang yang tidak bertanggung jawab
ntar malahan aku dimarahin sama ortu.
disini, aku jadi serba salah
gini salah, gitu salah
aku harus gimana???
bunuh diri kah? tidak mungkin! itu dosa besar.
lalu.. aku harus ngapain?
apa yang harus aku lakukan? help!!
HELP!
CERITA PENDEK
BERBEDA
“ Halo, namaku Bagas Sabana Samudra,
kamu siapa?”. Avril terus saja mengingat namanya. Baru pertama melihatnya saja
sudah terkagum kagum. Bagaimana jika sudah bisa berteman dekat dengannya.
Kesopanan Bagas yang selama ini sering dibicarakan oleh teman temannya sudah
terlihat oleh mata kepalanya sendiri. Bagas memang sosok anak laki laki yang
manis. Dibalik sifat pendiamnya, Bagas ternyata seorang yang cerdas juga.
Avril Australia. Gadis biasa yang
bersekolah di salah satu sekolah negeri. Tampangnya memang tidak terlalu
cantik, tetapi uang yang dimilikinya bisa dibakar untuk menghangatkan diri
disaat dingin menyergap badan. Sebenarnya, ayahnya menyuruhnya masuk ke sekolah
faforit yang bergengsi di kota itu. Tetapi, Avril tidak mau berpisah dengan teman
teman masa kecilnya dulu.
Keesokan harinya, ini adalah kala
pertamanya masuk ke kelas IX. Kenaikan kelas kemarin, dia mendapatkan peringkat
ke 2. Yang pertama adalah Bagas. Avril sempat tidak percaya bagaimana siswa
pindahan itu merebut gelar juara kelas bertahan yang dari kelas VII
diboyongnya. Avril berusaha mencari kelemahan Bagas. Namun apa daya, usahanya
itu mendapatkan nol besar.
Setelah mengikuti upacara yang
mungkin bisa membuat pingsan itu, semua peserta upacara langsung lari ke papan
informasi. Jika dilihat dari lantai 2, layaknya segerombolan semut yang berebut
satu butir gula. Semuanya berdesak desakan tidak karuan. Sang ketua osis pun
angkat tangan mengaku tidak sanggup meredamkan sifat mereka yang tidak mau
mengantri. Sedangkan Avril berdiri sangat jauh dari papan itu sambil memandangi
tabletnya.
Sebelum kawanan manusia itu menyerbu
papan pengumuman yang beberapa detik lagi akan roboh, Avril sudah mengambil
gambarnya terlebih dahulu. Avril sangat tidak suka untuk berdesak desakan demi
mendapatkan kelas terfaforit. Dan yang pasti, Avril masuk ke deretan kelas
faforit. Senyum pulas mengambang dari bibirnya.
“ kamu lagi apa? Kok senyum senyum
nggak jelas begitu?” sebuah suara memecahkan lamunannya. Avril kenal suara itu.
Itu pasti si Bagas Sabana Samudra yang udah merebut gelar juara kelasnya
seperti mengambil permen dari anak kecil. Avril lalu menoleh dengan sangat
sinis. Avril sangat membencinya. Sangat membencinya. Karena dia adalah anak
pindahan yang tidak tahu aturan untuk mengambil gelar juara kelasnya.
“ what’s wrong? What do you looking
at?” tanya Avril.
“ aneh aja, semuanya masih desak
desakan mau lihat papan pengumuman, kamu malah nyepi disini. Ini bukan hari
raya nyepi kan?”
“ masa bodoh? Emangnya kamu juga
care kalo kamu udah ngambil statusku sebagai juara kelas? You never felt that!”
“ oh, jadi ceritanya kamu masih
belum nerima? Aku juga nggak nyangka lho awalnya, bisa ngalahin cewe yang
katanya juara kelas bertahan tapi, mana ya sekarang juara kelasnya?”
“ jelas. Kamu yang mulai nyari gara
gara sama aku. Kamu jangan ngejek donk. Nanti aku pasti akan bikin kamu
bertekuk lutut sama aku. Aku janji”
“ hm… coba aja kalo bisa” Bagas
menjulurkan lidahnya. Avril membalasnya.
Setelah kejadian itu, Avril berusaha
mendapatkan kembali gelarnya itu. Dan sejak saat itu pula Bagas mulai
menghilang dari sekolah. Padahal, Bagas adalah murid yang aktif di kelas. Namun
setelah adanya gossip yang mengabarkan ayahnya meninggal, Bagas mulai tidak
terlihat lagi. Dia selalu menghilang. Avril kehilangan semangat untuk kembali
mendapatkan gelar juara kelasnya.
Avril mulai mencari Bagas. Bukan
Karena Avril menyukai Bagas, namun, harinya tanpa Bagas seperti hampa. Tidak
ada yang membuatnya marah. Tidak ada yang mengusilinya. Akhirnya Avril terpaksa
pergi ke rumah Bagas. Namun, ternyata rumah Bagas sudah dijual. Dan Bagas
pindah ke tempat lain. Avril putus asa, tidak tahu mau kemana lagi dia mencari
Bagas.
Keesokan harinya, Bagas berangkat ke
sekolah. Tetapi, hari ini, dia sangat berbeda. Sifatnya lebih dingin dari biasanya.
Bagas juga tidak mengusili Avril lagi. Bagas mulai tidak aktif lagi. Dan
nilainya yang dulu pasti diatas 8, sekarang turun menjadi 6 dan 7. Avril sempat
ingin menanyakannya pada Bagas, namun, Avril mengurungkan niatnya. Satu
sekolahan pun ikut heran melihat perubahan sifat Bagas yang mulai menurun.
Berkali kali dia dipanggil kepala sekolah maupun wali kelas, tapi sifatnya sama
saja. Tidak berubah.
Bagas selalu murung dan murung.
Pernah sekali Avril mengikuti Bagas saat pulang ke rumahnya, Avril sempat
terkejut bertapa mungilnya rumah Bagas. Dan jarak antara rumah Bagas dan
sekolah itu tidak bisa dianggap dekat. Bagas yang dulu berangkat menggunakan
sepeda gunungnya, sekarang berganti dengan sepeda buntut yang jelek dan hampir
roboh.
Avril akhirnya memberanikan diri
untuk menanyakan semuanya. Tetapi bukannya mendengarkan, Bagas mengacuhkan dan
meninggalkannya. Bagas Sabana Samudra yang periang, aktif dan cerdas hilang
ditelan bumi dan ditinggalkan Bagas yang dingin, yang malas dan suka tidur
dikelas.
Seminggu kemudian, Bagas kembali
menghilang. Ini bukan seperti waktu menghilangnya beberapa bulan yang lalu.
Avril sudah ke rumah Bagas yang mungil, namun Bagas tidak ada juga. Para
tetangga juga mengaku jika keluarga Bagas adalah keluarga yang sangat tertutup.
Avril sangat tidak bisa diam dengan kejanggalan yang dibuat Bagas. Padahal 5
hari lagi adalah hari yang biasanya Bagas nanti nantikan. 5 nopember adalah
tanggal kelahiran Bagas. Biasanya, pada hari itu juga, Bagas mengundang semua
temannya ke rumahnya.
Namun, 5 hari telah berlalu, Bagas
tak juga muncul. Padahal, beberapa ujian sudah menghadang didepan mata. Namun
Bagas tak kembali juga. Perjuangan Avril untuk kembali mendapatkan juara
kelasnya terasa sangat ringan. Tidak ada lawan yang sebanding dengannya.
Avril akhirnya memutari satu kota
untuk mencari Bagas. Ketika Avril akan berhenti di salah satu simpang lima,
Avril melihat Bagas sedang mengamen dengan anak jalanan lainnya. Avril pun
keluar dari mobil dan meninggalkan sopirnya disana. Avril langsung menarik
tangan Bagas dan menamparnya sekencang kencangnya. Bagas memegangi pipinya yang
merah karena kerasnya tamparan Avril. Teman jalanan Bagas meninggalkan Bagas
dan Avril berdua.
“ mana Bagas Sabana Samudra yang
udah ngerebut gelar juara kelasku? Inikah Bagas yang berambisi itu? Bagas yang
usil, aktif dan cerdas di kelas? Bagas, kamu sadar nggak sih kalau kamu itu
berubah drastis. Kamu bukan Bagas yang aku kenal dulu”
“ maaf Vril, bukannya begitu, aku
bisa jelasin semuanya Vril”
“ yaudah, kamu masuk ke mobilku”
Avril menarik tangan Bagas kasar dan memasukkannya kedalam mobilnya. Avril
duduk disamping sopir. Sedangkan Bagas duduk sendiri di belakang. Sebelum
mereka pulang, mereka pergi ke sebuah toko baju. Hanya Avril yang keluar dan
kembali masuk ke mobil dengan sebuah kresek dari toko itu.
“ pak, berhenti ke SPBU biar dia
ganti baju pake baju ini”.
“ baik nyonya”. Bagas keluar dari
mobil dan diikuti sopir Avril. Avril memang menyuruh sopirnya untuk mengawasi
Bagas supaya tidak kabur. Seharian sudah dia mencari Bagas ke sudut sudut kota
sampai ditemukannya Bagas di simpang lima lampu lalu lintas. Setelah Bagas
mengganti baju, Avril mengajak mereka pergi makan. Di salah satu restoran
foforit miliknya. Setelah makan sampai kenyang, barulah Avril dan Bagas ke
rumah Avril.
Sesampainya di rumah Avril. Avril
menarik tangan Bagas kasar ke taman belakang. Bagas sudah berjanji akan
menceritakan semuanya kepada Avril.
“ cepetan cerita”
“ cerita apaan?”
“ katanya kamu mau njelasin kenapa
kamu ngilang beberapa minggu terakhir ini. Ayo cerita!”
“ ceritanya panjang”
“ persingkat donk”
“ papaku meninggal, utangnya banyak”
“ udah? Gitu doank?”
“ katanya persingkat”
“ hih! Ya nggak gitu juga kali”
“ oke! Sehari setelah ayahku
meninggal, ada dua orang datang dari bank sambil nunjukin tagihan ayah. Kami
diberi waktu tiga hari buat ngelunasin hutang ayah yang mungkin bisa sampai
miliaran. Akhirnya, pada hari H, kami nggak bisa bayar hutang ayah. Mobil,
rumah semuanya kami terpaksa menjual semuanya untuk bayar hutang ayah. Ternyata
semua itu juga masih kurang. Entah kami mau nyari uang dimana lagi waktu itu.
Sampai suatu hari, kami nemuin
seseorang. Beliau mau meminjamkan rumahnya untuk sementara kami tinggal. Setiap
pagi, aku juga meminjam sepedanya. Pas di sekolah, aku kepikiran, bagaimana
kalau ibu dirumah didatangi orang dari bank dan meminta hutang ayah dilunasi.
Aku nggak bisa konsentrasi. Ketika dipanggil sama pak kepsek sama wali kelas
pun, aku nggak mau cerita sama mereka. Soalnya bukannya nasehatin dan nanyain
masalahku, mereka malah memarahiku. Kamu tahu kan kalau aku itu nggak suka
dimarahin.
Pas aku pulang dari sekolah, aku
kaget, penyakit lama ibuku kumat lagi. Aku nggak tahu harus nyari uang dari
mana. Buat makan pun kita biasanya dapet makanan dari yang punya rumah. Awalnya
juga nggak nyaman sama yang punya rumah. Tetapi, Alhamdulillah, beliau enakan
orangnya. Tetapi, katanya suaminya ibu yang punya rumah itu galak. Dan suaminya
masih di luar kota. Masih kerja katanya. Ibu itu punya 2 anak. Salah satu dari
mereka seumuran juga sama aku. Lalu aku curhat sama dia, lalu aku dikenalin
sama temen pengamennya.
Aku akhirnya mau nggak mau ikut
ngamen sama temen temennya. Uang hasil ngamen aku buat beli obat ibuku.
Alhamdulillah kemarin sudah sembuh. Tetapi, pas ibuku belum sembuh, ternyata
suami ibu yang punya rumah itu balik. Dia kira, kita ngontrak. Awalnya dia baik
sama kita. Pas dia tahu kalau kita nggak pernah bayar. Kita diusir dari sana.
Padahal waktu itu ibu belum sembuh total. Untung salah satu temen pengamenku
punya rumah kecil. Ya sudah, ibu aku titipkan disana. Sedangkan aku tidur
didepan rumahnya.
Pas aku lagi ngamen, hari itu
Alhamdulillah dapet uang banyak. Tiba tiba ada orang yang ngaku dari bank minta
uang utangnya ayah. Aku bilang nggak ada. Tetapi, mereka lalu ngerebut semua
uang aku dan bilang kalau uang ini belum cukup buat ngelunasin utangnya ayah.
Padahal uang itu mau aku buat beli ayam. Ibuku katanya pengen ayam. Karena
uangnya nggak ada, ibu jadi makan nasi sama kecap doank seperti biasa, kemarin
kan ibu udah sembuh, jadi ibu keluar dari rumah itu dan bikin rumah kerdus
nggak jauh dari tempat dimana kamu nemuin aku tadi”
“ tapi kan nggak gitu caranya kamu
ngejauhin aku. Aku jadi risih sendiri” Bagas bangkit lalu berlutut didepan
Avril. Dia menangis sebentar. Lalu Bagas memegang lembut tangan Avril.
“ Avril, sebenarnya aku suka banget
sama kamu. Aku cinta sama kamu,tapi aku nggak tahu kamunya gimana ke aku. Aku
emang sekarang udah miskin. Udah nggak punya harta sepeserpun. Dan aku nggak selevel
sama cewe cerdas dan kaya kaya kamu. Hutang ayahku memang banyak. Dan aku akhir
akhir ini jadi pengamen dan putus sekolah. Tapi Vril, sejujurnya aku suka
banget sama kamu. Aku sebenarnya juga takut ngomong ini sama kamu. Takutnya
kamu risih sama aku yang sekarang udah jadi gembel nggak karuan gini. Aku mau
kamu jadi pacarku. Tapi nggak tahu lah kamu paling benci sama aku”
Avril terdiam. Matanya berkaca kaca.
Bagas masih menunduk dan memegang tangannya. Avril melepaskan genggaman Bagas
kasar, kemudian bangkit dan meninggalkan Bagas yang masih bertekuk lutut
disana. Avril menyuruh para pekerjanya buat ngusir Bagas dari sana. Bagas
ditarik dengan paksa oleh mereka. Namun, Bagas nggak mberontak. Dia tahu Avril
bakal melakukan itu sama dia. Avril udah jijik sama tampang gembelnya yang
sekarang.
Avril berlari menuju kamarnya.
Dikamar, Avril menangis. Entah karena benci, entah karena apa, tapi yang
dirasakannya saat ini adalah kebencian. Sosok Bagas yang menjadi gembel dengan
mudahnya mengungkapkan perasaan hatinya semudah itu? Awalnya Avril merasa
kasihan dengan cerita Bagas. Tapi, setelah Bagas mengungkapkan perasaannya,
Avril merasa benci sebenci bencinya kepada Bagas. Dan dia tak akan mencari
Bagas lagi.
Seminggu kemudian, ibu Bagas sempat
meminjam uang kepada ibu yang dulu pernah meminjamkannya rumah. Uang pinjaman
itu di gunakannya untuk membuat toko kue kecil kecilan saja. Namun, toko kue
milik ibu Bagas itu berkembang pesat. Sehingga hutang hutang ayah Bagas bias
mulai terlunasi. Sedangkan Bagas yang sekolahnya sempat putus, kembali mengejar
paket dan akhirnya lulus dengan nilai terbaik. Sayangnya, teman teman yang
dulunya satu kelas dengannya, kini terpaksa menjadi kakak kelasnya.
Bagas kini sudah menjadi anak kelas
X. sedangkan teman temannya sudah menjadi kelas XI. Bagas bersekolah di salah
satu SMA negeri yang juga satu sekolahan dengan Avril. Namun, di SMAnya yang
sekarang, Avril layaknya ratu. Kemanapun dia pergi, pasti ada 2 cewe yang
menjadi bodyguardnya.
“ aku kangen sama Avril”
“ hah? Kak Avril yang cantik itu?
Kalau kamu kedengeran sama bodyguarnya kak Avril kamu manggil kak Avril nggak
pake kak, kamu bisa dapet tinta hijau”
“ apa salahnya? Kan Avril temen
sekelasku dulu”
“ tapi ya nggak boleh. Status kita
itu adik kelasnya kak Avril. Kakak senior aja pada tunduk sama kak Avril.
Soalnya kak Avril yang punya yayasan”
“ by the way, tadi kamu bilang tinta
hijau itu maksudnya gimana?”
“ di sekolahan ini, tiap siswa baru
pasti punya loker yang warnanya abu abu. Kalau loker kita berubah menjadi hijau
berarti kita sudah mengusik hidup kak Avril”
“ kalau aku udah mengusik hidup
Avril, gimana jadinya?”
“ kamu bakal di keluarin”
“ walaupun orang kaya?”
“ yup! Kak Avril nggak pernah
pandang bulu dalam itu, dan kak Avril punya 4 tinta. Tinta hijau, biru tua,
merah dan hitam. Kalau kamu dapat tinta hitam. Kamu di keluarin”
Wah, seperti singa yang mendapat
mangsa. Bagas merasa dirinya tertantang untuk mendapatkan tinta dengan warna
hitam. Dengan beberapa trik yang sudah dimatangkan, Bagas akan memulai aksinya
pada saat waktu istirahat tiba. Dan ketika istirahat tiba, Bagas mencari Avril.
Setelah lama mencari, akhirnya Bagas menemukan Avril dengan beberapa dayang
setianya. Lalu Bagas datang langsung menyodorkan coklat murahan yang harganya
tak lebih dari 1000 rupiah kepada Avril. Avril bingung tak mengerti.
Sebenarnya, dia terkejut melihat Bagas yang berdiri diatas tanah sekolahnya.
“ apa apaan ini? Kamu ngehina aku
anak baru? Aku ini kakak kelasmu. Maksud kamu apa?”
“ Avril, ini coklat special buat
kamu. Aku kan dulu temanmu, Bagas Sabana Samudra. Aku suka sama kamu dan aku
nggak pernah berhenti buat nyatain perasaanku sama kamu”
“ Bagas siapa? Kalo sama kakak kelas
yang sopan dikit donk, jangan panggil nama doank. Nggak sopan banget. Diajarin
adab nggak sama orangtuanya? Dasar nggak bermoral”
Plaaaaaakkkk……….
Bagas menampar pipi Avril. Seketika
kantin menjadi hening. Seperti pemakaman. Semuanya menoleh kearah Avril dan
Bagas. Wajah Avril merah seketika dan langsung mendorong Bagas. Setelah itu,
dia pun berlalu.
Bagas tersenyum tanda bahagia.
Tetapi ada rasa kecewa dihatinya karena menduduh sebagai anak tek beradab. Bagas
sudah mengira, pasti Bagas akan langsung mendapatkan tinta hitam. Kalaupun dia
mendapat tinta hitam, dia pasti akan terus menganggu hidup Avril layaknya waktu
SMP dulu.
Saat Bagas akan membuka lokernya…
Plaaaaakkkk….. plaaaaaakkkk…….
Plaaaakkkk…… plaaaakkkk…
Tinta hitam memenuhi baju Bagas
seketika. Bagas dilempari semua anak dengan tinta hitam. Seketika, baju bagas
yang masih baru menjadi berwarna hitam. Bagas menitikkan air mata tanda
bahagia. Bagas lalu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Avril. Ternyata
Avril sedang memandanginya sambil melipat tangannya sombong. Namun, tunggu!
Avril menitikkan air mata. Bagas lalu berlari ke arahnya dan memeluknya. Baju
Avril menjadi berwarna hitam pula. Namun, Avril membalas pelukan itu hangat.
Bagas tau, Avril tidak serius dalam permasalahan ini, karena Bagas tahu,
sebenarnya, Avril juga menyayanginya.
“ maafkan aku Bagas. Aku awalnya
memang jijik padamu sejak hari itu. Namun, hari hariku tetap tak berwarna.
Karena aku tidak bisa mewarnai hariku sendiri. Cuma kamu yang bisa mewarnai
hari hariku menjadi hari terbaik disetiap harinya. Maafkan aku Bagas. Aku
menyayangimu”
Bagas tersenyum dan membelai rambut
Avril lembut. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Namun, ini
juga menjadi bukti bahwa Avril bukan seperti yang mereka kira….
Avril adalah anak cerdas dan kaya
yang parasnya tidak terlalu cantik. Namun, dia mempunyai hati yang lebih hangat
dari bayi, lebih lembut dari kapas dan lebih menawan daripada mawar.
SELESAI
Sabtu, 17 Oktober 2015
Rabu, 30 September 2015
Langganan:
Postingan (Atom)










































